Prelude Cafe & The Witches Revenge (Prolog)


Café Prelude, satu sore.

    Aroma pisang goreng yang manis, bercampur dengan kopi menyelimuti udara. Yrre tak sengaja menemukan resep Pisang Goreng Madu dalam catatan milik eyang sekitar dua tahun lalu.

    Tekstur Pisang Goreng Madu ini ia coba berkali-kali dibantu Bunda, sehingga menghasilkan adonan yang crispy atau renyah di luar, tetapi lembut di bagian dalam. Ada rasa dan aroma karamel gosong lantaran pisang kematangan ditambah madu.

    Bunda juga menyarankan Yrre agar sengaja memilih pisang tertentu.     “Rahasianya pisang goreng Eyang itu enak, ya, pakai pisang raja.”

    “Yah, Bun.. pisang raja kan mahal. Mana susah pula dapatnya,” Yrre menyahut.

    “Harganya lebih mahal tidak apa-apa, yang penting rasanya lebih enak. Tentunya akan lebih diminati pembeli,” jelas Bunda sambil memilin adonan.

    Memang, harga pisang raja di pasaran itu yang paling mahal. Rasanya juga enak dan manis, jadi saat dibuat pisang goreng krispi, rasanya juga tentu lebih enak dari bahan pisang lainnya.

    Biar keren dan tampak meyakinkan, Yrre menamakan pisang gorengnya dengan Fried Banana Caramel.

    Sesudah beberapa kali mengadakan tes prodak bersama mas Aan, food vlogger sahabatnya, Yrre merasa yakin. Benar saja, pisang goreng ini menjadi top seller di Prelude Café!

    Yrre tak mau ambil resiko, ia pernah beberapa hari tidak jualan, disebabkan pisang raja langka di pasar. Dia tidak mau ambil resiko dengan membuat pisang goreng krispi menggunakan pisang lain. Pelanggan setia Prelude café juga rela menunggu!

Prelude Cafe & The Witches Revenge Part 1


Tidak ada komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)