Sedekah Senyum Bu Deti


  
  Bu Deti namanya. Ia berprofesi sebagai seorang penjual sayur di pasar tradisional Bojong Nangka, Tangerang. Jualannya tak banyak, selain berjualan sayur mayur dan perlengkapan bumbu dapur, ia juga menjual berbotol-botol minuman jamu sehat yang ia racik sendiri.
    Tak heran jika Bu Deti terkenal di pasar Bojong Nangka, karena selain selalu menyapa setiap pelanggannya dengan senyuman dan kata-kata yang ramah, tak jarang ia memberi "bonus" pada pelanggan segelas kecil jamu racikannya. Wow banget kan!

Itu sebabnya, kadang aku dan -mungkin- banyak pelanggan lain, merasa "perlu berbelanja" di lapak mungilnya!


    Meski sederhana, senyuman Bu Deti yang tulus membuat para pelanggan merasa dihargai dan senang berbelanja. Suatu hari, seorang pelanggan tetap bercerita bahwa senyuman dan keramahan penjual sayur tersebut membuat hari-harinya yang berat menjadi lebih ringan. Penjual sayur itu tidak hanya memberikan sayuran segar, tetapi juga memberikan kebahagiaan melalui sikapnya!

    Ah, ternyata kita bisa juga ya bersedekah bukan melalui uang ratusan juta kayak Willie Salim- atau sedekah satu truk bahan pokok kayak Baim Wong. Ada banyak bentuk sedekah yang bisa dilakukan melalui norma dan perbuatan baik. 

    Di sudut-sudut dunia, ada banyak sekali cerita yang menggambarkan sedekah dalam bentuk non-materi. Kadang, sedekah dalam bentuk non-materi ternyata bisa memberikan dampak yang besar dalam kehidupan orang lain. Tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan tulus bisa menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan bagi banyak orang!

    Selain sedekah senyuman, kita juga bisa sedekah ilmu, seperti yang dilakukan Pak Ahmad. Beliau adalah seorang pensiunan guru yang sering menghabiskan waktu dengan mengajari anak-anak di sekitar rumah beliau. Anak-anak itu belajar matematika, IPA sampai Bahasa Indonesia. 

Bayarannya? Gratis! 

Tak jarang malah Bu Ahmad membuat cireng atau cimol untuk dibagikan saat anak-anak belajar!

    Tanpa Pak Ahmad sadari, ilmu yang dibagikan Pak Ahmad dan cireng  yang digoreng Bu Ahmad kelak menjadi bekal berharga bagi anak-anak tersebut . Mereka juga akan belajar berbagi kepada sesama tanpa pamrih, bukan?

    So teman, 
sedekah memang bisa kita lakukan tanpa harus jadi "orang punya" dulu kok. Sedekah waktu, sedekah kebaikan seperti membantu teman membuat ilustrasi tanpa dibayar - walau berujung miskomunikasi *senyum kecut* - juga bisa!

        Kelak, sedekah yang kita bagikan akan berbalik ke diri kita sendiri loh. Mungkin aja, ketika sakit ada yang ujug-ujug datang bawain sembako. Mungkin aja ketika sedang sedih langsung dijemput temen Geng Kancil buat makan steak Mpok Judes!

*abaikan, itu curhat colongan

Yah pokoke, jangan berhenti berbuat kebaikan di mana pun kalian berada, yaaa!


picture by bing

Tidak ada komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)